Jumat, 04 September 2009

Cara Menyapih Anak


Menyapih anak kerap kali merepotkan bagi sang ibu. Anak jadi rewel dan sang ibu kadang merasakan sakit pada payudara karena ASI nya masih produksi namun tidak diberikan kepada sang bayi.

Berikut beberapa cara bagi ibu untuk menyapih anak :
Ada waktu untuk menyesuaikan diri Ibu berpedoman pada pemberian ASi Ekslusif selama 6 bulan. Bayi diatas 6 bulan sebetulnya sudah bisa disapih. Disapih bukan berarti lepas memberikan ASI sama sekali namun mengurangi pemberian ASI ibu kepada bayi. ASI tetap menjadi asupan utama tapi bayi juga perlu asupan MPASI untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
Untuk itu pemberian ASi kepada bayi dikurangi perlahan-lahan agar bayi dapat beradaptasi bahwa sekarang dia tidak sepenuhnya hanya mengkonsumsi ASI saja, namun sudah ada asupan lainnya.

Konsisten
Bayi yang disapih kadang nafsu makannya akan terganggu dan anak menjadi rewel. Dengan kondisi ini ibu sering tidak tega ataupun tidak sabar dan akhirnya kembali memberikan hasil. Tentu saja hal ini akan mengganggu proses penyapihan. Untuk itu ibu harus konsisten, kurangi jam-jam pemberian ASi dan berikan MPASI yang lebih bervariasi.

Sabar
Harus sabar ya bu… bila anak disapih tentu anak itu sendiri pun merasa tidak nyaman ataupun merasa ada sesuatu yang kurang untuk itu diperlukan pendekatan psikologis terhadap anak dan kesabaran yang tinggi dari sang ibu. Jangan cepat marah dan menyakiti secara fisik hal ini justru akan membuat anak tidak mau makan ataupun minum sama sekali.

Gantikan minum dengan dot
Ini untuk memberikan kemiripan minum melalui puting susu. Namun jangan sampai anak suka ngedot sampai usia 2 tahun. Usahakan usia 2 tahun anak sudah tidak minum dengan dot lagi.

Tidak ada komentar: